PRAKTEK INDUSTRI DI PT
AEROFOOD ACS YOGYAKARTA
PT. Aerofood ACS
sendirimerupakandivisibisnis yang bernaung di bawah PT Aerowisata, salah satu anak perusahaan
PT Garuda Indonesia yang juga mengendalikan bisnis perhotelan, tour
and travelsertatransportasi.
Sebagai perusahaan food
and beverage dengan servis internasional, Aerofood ACS
menyediakan jasa pelayanan makanan yang menjunjungt inggi kesehatan dan keamanan pangan.Selain mengimplementasikan system pengamanan
internal dan aviation security, unit bisnis Garuda Indonesia ini juga menerapkan food
safety management sistem ISO 22000-2005 dan quality management
system ISO 9001-2008. Tak hanya itu, Aerofood ACS juga membekali layanannya dengan sertifikat
halal MUI.
Saat ini, selain mengendalikan bisnis katering
di Jakarta, perusahaan yang memiliki enam divisii ini juga telah membuka cabang
di tujuh lokasi lainnya. Di antaranya di Bandar Udara (Bandara)
Soekarno-Hatta, Medan, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Balikpapan dan Surabaya.
Sementara dari sisi produksi,
pada 2011 lalu, Aerofood ACS mampu memproduksi 16 juta meal di
sepanjangt ahun. Jumlah ini naik 500 ribu dari tahun sebelumnya
yang mana pada 2010 angka produksinya masih di kisaran 15,5juta. Adapun untuk Aerofood
ACS Jakarta sendiri, produksinya lebih dari 50 ribu meal perhari.
SEJARAH PERUSAHAAN
· Berawal dari pemisahan bagian perbekalan pesawat dari
Garuda Indonesia Airways 1970 – 1974 Garuda Airline Flight Kitchen
di Bandara Kemayoran.
· 23Desember 1974 kerjasama dengan Dairy
Farm dalam hal manajemen dan
permodalan PT AERO GARUDA DAIRY FARM
CATERING. Oleh karena itu tanggal 23
Desember ditetapkan sebagai HUT ACS.
· 1975 lokasi pindah ke Bandara baru yaitu Bandara Halim Perdana Kusuma.
· 23 Desember 1981 PT Aero
Garuda Dairy Farm berubah nama menjadi PT Aero
Garuda Catering Service dan saham Dairy
Farm dibeli seluruhnya oleh PT
Garuda Indonesia.
· 16 J anuari 1982 nama tersebut berubah lagi menjadi
PT Aero Catering Service.
· 29 November 1982 namanya menjadi
PT Angkasa Citra Sarana Catering Service.
· Pada tahun 1983 PT Angkaa Citra Sarana
Catering Service menjadi salah satu
divisi PT Aerowisata.
· 30 Maret 1985 lokasi pindah ke Bandara Soekarno-Hatta.
KOMITMEN PERUSAHAAN
PT Angkasa Citra Sarana Catering Service
(Aerofood ACS) adalah perusahaan yang bergerak dalam kegiatan usaha penyediaan
dan layanan makana dan minuman secara luas termasuk jasa lainya yang dituntut
untuk menjadi perusahaan terkemuka dan menjadi leader dalam industri sehingga
mampu menyiapkan produk dan memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut,
Aerofood ACS menerapkan Pedoman Etika dan Perilaku (Code of Conduct) merupakan
bagian dari pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) di dalam praktek
pengelolaan perusahaan melalui pembangunan komitmen tersebut Aerofood ACS
berharap dapat mencetak kader sumber daya manusia yang memiliki integritas,
kompetensi, dedikasi dan profesionalisme.
Pedoman Etika dan Perilaku ini disusun
untuk menjadi acuan Komisaris, Direksi, Manajemen dan Karyawan guna mencapai
visi, misi dan tujuan Aerofood ACS yang berisi pedoman berperilaku (Kewajiban
dan Larangan) seluruh insan Aerofood ACS.
Tidak ada prioritas yang lebih utama di
Aerofood ACS selain tanggung jawab memuaskan pelanggan, hal ini diwujudkan
melalui Corporate Value Aerofood ACS, yaitu I-FRESH. Aerofood ACS akan tumbuh
dan berkembang melalui pemahaman dan pemenuhan kebutuhan pelanggan secara
konsisten.
Aerofood ACS akan berusaha mudah dihubungi
dan mengerjakan segala segala sesuatu dengan menunjukkan itikad baik terhadap
semua kesepakatan. Aerofood ACS menjamin kualitas produk serta layanan dengan
kewajaran dalam penetapan harga dan penyediaan layanan purna jual berkelas
dunia.
KOMODITAS di PT AEROFOOD ACS YOGYAKARTA
PT. Aerofood ACS Yogyakarta
sebelum melaksanakan produksinya terlebih dahulu melakukan perencanaan produksi secara konsisten sesuai dengan spesifikasi
yang diajukan oleh pelanggan. Perencanaan produksi diantaranya yaitu
:
a. Sasaran mutu,
keamanan dan persyaratan produk.
b. Proses
dokumentasi
c. Verifikasi,
inspeksi dan uji produk.
d. Data yang
diperlukan untuk memberikan bukti atas kesesuaian produk.
Proses produksi di PT. ACS dilakukan melalui beberapa tahapan,
dari proses penerimaan bahan baku (Receiving) hingga penyimpanan akhir
(Final Holding) produk jadi. Tahapan tersebut telah diatur sedemikian rupa sehingga
proses produksi dapat berjalan dengan lancer dan kualitas serta keamanan produk selalu terjaga.
Pengaturan dilakukan dengan membedakan ruang produksi berdasarkan
proses dan bahan bakunya serta terdapat alur produksi
yang jelas. Pembedaan ruang produksi akan memperkecil kemungkinan terjadinya kontaminasi silang.
Ruang produksi dan produk
yang dihasilkan:
a. Bakery
ü Danish pastry.
croissant, sweet bun, muffin, beef roll, pizza, soft roll, dll
b. Pastry
ü Pudding, brownis,
cake, coklat, blackforest, spoutgames, pie buah, tiramisu, dll
c. Cold Kitchen
ü vegetable (lobak, lettuce, shitake, paprika, carrot, tomat,
dll)
ü fruit ( pineapple, sunkist, melon, dragonfruit, papaya,dll)
d. Butcher
ü Beef rollade, sate
nabati, fish, beef pastramy, dll
e. Hot kitchen
ü Arabian pastry,
omellete, beef stock, rendang, Indian fried rice, java fried
rice, abon cakalang, dll
f. MTSU ( Meal
Tray Set Up ) : Preparing meals
PENANGANAN QUALITY CONTROL PERUSAHAAN
QC bertugas mengontrol /
mengecek kualitas makanan yang dihasilkan oleh bagian produksi
yang kemudian akan diteruskan kebagian pemasaran untuk disampaikan kepada para penumpang pesawat sebagai konsumennya.
Raw material (bahan mentah)
yang akan diolah, sebagian yang belum diolah disimpan di ruang penyimpanan.
Di PT. AEROFOOD ACS ini ruang penyimpanan berupa ruang dingin dengan suhu berkisar antara
0° – 5° .
Untuk pengolahan makannya,
makanan akan diolah setelah mendapat pesanan. Perilaku pendinginan kemudian dilanjutkan
financial setting yang meliputi juga food safety control melalui pengaturan suhu pada produk makanan jadi
yang akan dikemas.
PENANGANAN LIMBAH PERUSAHAAN
Terdapat dua jenis limbah
yang dihasilkan dari PT Aerofood Yogyakarta, yaitu limbah padat dan limbah cair.
Yang merupakan limbah padat adalahsisa sayur dan buah,plastic kemas, leresan roti, dan sisa meal. Adapun bentuk limbah cair adalah
air sisa kebersihan lingkungan seperti air bekas mengepel lantai,
mencuci alat, dan air untuk mencuci buah serta sayuran.
Untuk penanganan limbah itu sendiri, ada 2 macam :
1.
Penanganan limbah padat
Limbah padat yang
diperoleh dari aktifitas pabrik dikumpulkan pada TPA milik PT Aeofood dan selanjutnya akan diambil oleh pihak
yang telah bekerjasama dengan perusahaan dalam penanganan sampah/limbah .
2.
Penanganan limbah cair
Untuk penanganan limbah cair,
pihak PT.AEROFOOD Yogyakarta menyewa jasa penyedotan limbah cair dari luar
yang dilakukan sebulan sekali yaitu pada akhirbulan.
SISTEM REKRUITMEN PERUSAHAAN
Karyawan yang bekerja di PT Aerofood ACS Yogyakarta diperoleh dari
system rekruitmen yang dibagi menjadi 2 macam, yaitu yang pertama penempatan karyawan daripihak
Head Office. HO akan menempatkan karyawan pusat pada
unit-unit perusahaan yang membutuhkan karyawan dibagian tertentu.
Yang kedua adalah pengangkatan karyawan dari kerjasama antara perusahaan dengan penyedia layanan tenaga outsearcing. Perusahaan akan memberikan persyaratan kepada penyedia tenaga outsearcing
yang kemudian untuk dijadikan persyaratan karyawan di PT
Aerofood ACS Yogyakata.
SYSTEM PEMASARAN PRODUK/JASA PERUSAHAAN & SASARAN PEMAKAI
Sistem pemasaran untuk komoditas
yang ada di PT.ACS Yogyakarta adalah dengan menggunakan sistem order
request. Di ACS produk tidak dipasarkan untuk konsumen umum atau seperti
pabrik biasa, tetapi dalam pemasarannya pihak marketing akan memberikan
penawaran – penawaran bagi jasa travel bus dan semacamnya.
Jika pemasaran itu diterima,
maka produk akan diproduksi sesuai dengan pesanan customer. Namun pada
dasarnya perusahaan ini bergerak pada bidang inflight catering, jadi
konsumen tetap yang dilayani adalah para penumpang pesawat kususnya Garuda
Indonesia.
Untuk konsumen yang dituju
oleh pihak perusahaan Aerofood unit Yogyakarta masih dikawasan lokal, seperti
Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Namun tidak menutup kemungkinan jika
ada konsumen dari luar daerah tersebut.
PENANGANAN QUALITY QONTROL PERUSAHAAN TEMPAT PI
Langkah PT Aerofood Indonesia
untuk mencapai Zerro Deffect yaitu dengan menerapkan prosedur HACCP dan
keamanan pangan prosedur tersebut di koordinir olehstaf quality control bekerja
sama dengan bagian produksi.
Langkah-langkah yang
perusahaan lakukan yaitu mulai dari pemilihan bahan baku sampai produk jadi harus
terrecord dengan baik. Untuk penerapan HACCP dalam alur produksi terdapat
titik-titikkritis yang harus dipantau agar tidak terjadi penyimpangan. Adapun
titik-titik kritis tersebut adalah :
1. PenerimaanBahan
Baku (CCP 1)
Dalam penerimaan
bahan baku di receiving QC harus memastikan bahwa bahan baku sesuai dengan
spesifikasi, tanggal produksi dan atau tanggal kadaluarsa bila bahan baku tidak
sesuai spesifikasi atau sudah kadaluarsa maka QC wajib membuat berita acara dan
diserahkan ke procurement agar di tindak lanjuti. Sedangkan untuk bahan chilled
and frozen item terdapat batas-batas yang harus dipatuhi.
Batas:
A. Chilled item
· Penerimaan: 5 C ataukurang
· Penolakan : > 8 C
B. Frozen item
· Penerimaan: ≤ -8 C
· Penolakan : > 8 C
2.
Temperatur tempat penyimpanan (CCP 2)
Suhu atau
temperature penyimpanan harus benar-benar dijaga dan selalu dilakukan
monitoring bila ada perubahan suhu yang cukup drastic maka QC langsung
menghubungi Engineering untuk dilakukan pengecekan tempat penyimpanan dan QC
bekerjasama dengan staff store memindahkan barang-barang ketempat penyimpanan
yang sesuai.
Batas:
A. Chiller
· Penerimaan: 0 – 5 C
· Penolakan : > 8 C
B. Frozen item
· Penerimaan: ≤ -18 C
· Penolakan : > -18 C
3.
Suhu Pemasakan
Selesai proses
cooking produk akhi juga harus dipantau suhunya sesuai dengan standar sebagai
berikut :
· Daging sapi, kambing & ayam : 740C.
· Shell fish, fish, udang : 65 0C.
· Telur
dimasak : 70 0C.
· Telur mata sapi : 60 0C
4.
Blast Chilling
Setelah proses
cooking produk di masukkan kedalam mesin blast chilled agar suhunya segera
turun dengan cepat dengan batas sebagai berikut :
· Penurunan suhu dari 60 C menjadi 5 C
maks 6 jam
· Jika tidak tercapai: Buang!
5.
Portioning
Pada tahap
portioning suhu makanan sebelum di konsumsi oleh konsumen juga harus dipantau
dengan batas :
· Suhu ruangan maks 21 C
· Waktu portioning maks 45 menit
· Jika tidak tercapai, ukur suhumakanan:
o Jika < 15 C masukkan ke
chiller
o Jika > 15 C, buang
Dengan penerpan
HACCP Manfaat yang diharapkan adalah :
• Mencegah
penarikan makanan
• Meningkatkan
jaminanFood Safety
• Mencegah
kehilanga nkonsumen / menurunnyapasien
• Meningkatkan
kepercayaan konsumen / pasien
• Mencegah
pemborosan beaya
Jika hal tersebut
bias terlaksana dengan baik maka zero defect akan tercapai.
HRD & STANDART PEGAWAI PERUSAHAAN
Karyawan yang bekerjasi PT Aerofood ACS Yogyakarta diperoleh dari system
rekruitmen yang dibagi menjadi 2 macam, yaitu yang pertama penempatan karyawan
dari pihak Head Office. HO akan menempatkan karyawan pusat pada unit-unit
perusahaan yang membutuhkan karyawan dibagian tertentu. Yang kedua adalah
pengangkatan karyawan dari kerjasama antara perusahaan dengan penyedia layanan
tenaga outsearcing.Perusahaan akan memberikan persyaratan kepada penyedia
tenaga outsearcing yang kemudian untuk dijadikan persyaratan karyawan di PT
Aerofood ACS Yogyakata.
Berikut beberapa contoh
persyaratancakon karyawanbeserta jabatan di PT AEROFOOD INDONESIA YOGYAKARTA:
1. Supervisor Hygiene &
Quality Assurance
· PENDIDIKAN MINIMUM : S1
Teknologi Pangan / Industry , Biologi ,
Kimia
· PENGALAMAN MINIMUM : 5 Tahun
Sebagai Quality Controller /Quality Assurance di industry
makanan
· PELATIHAN / KURSUS MINIMUM :
HACCP , Food Safety , Supervisor Management,
ISO 9001
· PENGUASAAN BAHASA ASING
: Bahasa Inggris Aktif
· KRITERIA LAIN YANG
DIPERSYARATKAN : Mampu Mengopersikan Komputer
2. Accounting &
Finance Manager
· PENDIDIKAN MINIMUM : S1 Akuntasi
· PENGALAMAN MINIMUM : 5 Tahun
· PELATIHAN/KURSUS MINIMUM :
Management Akuntasi, Supervisory Manajemen ,
Manajemen investasi, Manajemen SDM , undang – undang
ketenagakerjaan , supply
chain management , Kepabeanan, Eksport & Import ,
Airlines Meals , ISO 9001 , ISO 22000 , HACCP ,Communication &
presentation , Skill,
Negotiation Skill.
· PENGUASAAN BAHASA ASING : Bahasa Inggris Aktif
·
KRITERIA LAIN YANG
DIPERSYARATKAN : tidak buta warna , mampu
mengoperasikan Komputer , ACCPAC , Inflight Manager , HRIS , E- bin
card.
3. Operation Manager
· PENDIDIKAN MINIMUM : S1 Manajemen
· PENGALAMAN MINIMUM : 5 Tahun
· PELATIHAN/KURSUS MINIMUM :
Supervisory Management, HACCP,
Airlines Meals, ISO 22000, ISO 9001, Presebtation Managemen ,
Pemasaran,
Airlines Meal, Basic Cooking
· PENGUASAAN BAHASA ASING : Bahasa Inggris Aktif
· KRITERIA LAIN YANG DIPERSYARATKAN : Mampu
mengoperasionalkan Komputer, Tidak buta warna,
ACCPAC
4.
Production Manager
· PENDIDIKAN MINIMUM : D3 Manajemen Pemasaran
· PENGALAMAN MINIMUM : 1 tahun diposisi
yang sama
· PELATIHAN/ KURSUS MINIMUM :
Manajemen Pemasaran,Manajemen Operasi, HACCP
ISO 22000, ISO 9001
· PENGUASAAN BAHASA ASING : Bahasa
Inggris aktif
· KRITERIA LAIN YANG
DIPERSYARATKAN : Mampu mengopersikan
komputer, ACCPAC
5. Head Accounting & Finance
· PENDIDIKAN MINIMUM : S1 Akuntasi
· PENGALAMAN MINIMUM : 5 Tahun
· PELATIHAN/KURSUS MINIMUM :
Management Akuntasi, Supervisory Manajemen ,
Manajemen investasi , supply chain management , Kepabeanan,
Eksport & Import , Airlines Meals , ISO 9001,ISO 22000
, HACCP , Communication
& presentation Skill, Negotiation Skill.
· PENGUASAAN BAHASA ASING : Bahasa
Inggris Aktif
· KRITERIA LAIN YANG
DIPERSYARATKAN : tidak buta warna , mampu
mengoperasikan Komputer , ACCPAC,Inflight Manager, E- bin card
6. Head Customer Service
· PENDIDIKAN MINIMUM : S1 Manajemen
komunikasi , Marketing
· PENGALAMAN MINIMUM : 3 tahun
· PELATIHAN / KURSUS MINIMUM : Supervisory
Management ,
salesmanship, analisis pengembalian keputusan, manajemen
pemasaran pelayanan
pelanggan prima, ISO 9001 , ISO 22000, communication &
presentation skill
· PENGUASAAN BAHASA
ASING : Bahasa Inggris Aktif
7. Head Human Resources
· PENDIDIKAN MINIMUM : D3 Manajemen
· PENGALAMAN MINIMUM : 3 tahun
· PELATIHAN / KURSUS MINIMUM :
Kepemimpinan, Manajemen
SDM,Undang – Undang ketenagakerjaan , Pengambilan
keputusan,Supervisory Management, ISO 9001 , ISO
22000,HACCP
· PENGUASAAN BAHASA ASING : Bahasa Inggris
Aktif
· KRITERIA LAIN YANG
DIPERSYARATKAN : Mampu mengoperasikan computer, HRMS
8. Cook 1 Hot Kitchen
· PENDIDIKAN MINIMUM : D3 Perhotelan jurusan F & B
· PENGALAMAN MINIMUM : 5 tahun sebagai Cook
II
· PELATIHAN / KURSUS MINIMUM :
Manajemen Supervisor,Food
Production Course, Airlines Meal , ISO
9001 , ISO 22000 , HACCP
· PENGUASAAN BAHASA ASING
: Bahasa Inggris Pasif
9. Chef De Partie Pastry &
Bakery
· PENDIDIKAN MINIMUM : D3 Food
Production
· PENGALAMAN MINIMUM : 3
tahun
·
PELATIHAN / KURSUS
MINIMUM : Airlines Meal , Basic Cooking ,
Leadership,Supervisory Management ,AMOS
· PENGUASAAN BAHASA ASING :
Bahasa Inggris Pasif
·
KRITERIA LAIN YANG
DIPERSYARATKAN : Tidak buta warna,
Mampu mengoperasikan,Komputer, Inflight Manager
10. Supervisor Meal Try Set Up
· PENDIDIKAN MINIMUM : D1 Perhotelan
· PENGALAMAN MINIMUM :
3 Tahun di bidang hospitality
·
PELATIHAN / KURSUS MINIMUM : Supervisory
Management, Table
Manner, Service Excellent, Supply Chain Management,
ISO 9001, ISO
22000, HACCP
· PENGUASAAN BAHASA
ASING : Bahasa Inggris Aktif
· KRITERIA LAIN YANG
DIPERSYARATKAN : -
11. Staff Meal Tray Set Up
· PENDIDIKAN MINIMUM : SMA
· PENGALAMAN MINIMUM : 1 tahun
· PELATIHAN / KURSUS MINIMUM : ISO 9001 ,ISO 22000
, HACCP
· PENGUASAAN BAHASA
ASING : Bahasa Inggris Pasif
· KRITERIA LAIN YANG
DIPERSYARATKAN : Tidak
buta warna , mampu
mengoperasikan komputer.